Quote of this day

SEMOGA SUKSES ^_^ !! salam hangat dari saya semoga kita selalu mengingat ALLAH, karena ALLAH tidak pernah lupa dengan kita * mari berolahraga agar tubuh sehat dan bugar * dahulukan makan buah sebelum makan menu utama agar nutrisi dapat terserap lebih optimal * Ronaldinho pernah mencuri apel agar ia dapat latihan berlari lebih kencang * belajar dari alam membuat kita semakin bijak * bergaullah dengan orang yang tepat tapi berilah pengaruh positif pada semua orang * tertawalah sebelum tertawa itu dilarang

Senin, 27 Januari 2014

"Bukan" 5 Cm (part-2)




Setelah lelah melakukan perjalanan panjang akhirnya kami putuskan untuk kembali menuju penginapan. Sepanjang perjalanan pulang kami ditemani oleh guyuran hujan dan hawa dingin gunung halimun salak.
“ayo semangat,, ! “ teriak dirga sambil tersenyum pada kita semua

Dia berjalan di depan kami, terus menyemangati kami seolah tak merasa lelah sedikitpun. ‘makan apa dia’ tanyaku dalam hati, kuat betul sedangkan kami semua sudah terengah-engah kelelahan. Ku perhatikan wajah gea selalu tampak berbinar saat dirga menatap kearahnya, jangan-jangan dia ada hati padanya?. Tapi Ah,, pikiran aneh itu langsung ku usir dari kepala. Lagipula ada masalah apa kalo memang Gea ternyata suka pada dirga?. Biar saja,,

Kami melewati shelter peristirahatan, dirga berjalan dengan memikul tas yang berisi semua perlengkapan kami. Tanpa banyak bicara ia berjalan dengan cepat menuju penginapan. Kami mengikuti dari belakang sambil sesekali beristirahat karena kelelahan

Setengah jam kemudian kami tiba di penginapan, rasa lelah , lapar, dan kedinginan kami rasakan sepanjang jalan. Ternyata dirga sudah sampai duluan, ia langsung membuat teh panas untuk kami yang baru datang. Gea mengambilkan gelas dan menuangkannya untuk kami semua

Nyess,, rasa teh manis panas terasa mengalir di tenggorokan.sejenak menghilangkan dingin yang menusuk-nusuk badan.
-------------


Malam menjelang, kami telah selesai membersihkan diri. Setelah makan malam kami berkumpul di ruang tamu sambil ngobrol-ngobrol santai. 

“gimana menurut kalian perjalanan kita hari ini”: tanya dirga

“bagus, keren. Bisa jadi destinasi tahunan nih buat kita kesini lain waktu” jawab gea

“iya, keren. Makasih ya udah bawa kita kesini” sambung friska

Rian hanya manggut-manggut tanda setuju

“ini belum seberapa. Masih banyak tempat lain di negeri kita ini yang jauh lebih indah dari yang kita lihat sekarang” tegas dirga

Aku ikut berbicara“iya bener tuh apa kata dirga,  masih ada ribuan curug yang mengalir deras, masih ada pantai yang indah-indah di bali, jogja, makasar, masih ada gunung yang indah juga seperti di bromo, rinjani dan masih banyak lagi”

Rian menyambung “gue setuju sama bagas. Belum lagi kekayaan bawah laut negara kita ada bunaken, raja ampat dan masih banyak lagi. Pokoknya subhanallah luar biasa”

Dirga kembali berbicara “temen-temen,, gue ada ide. Gimana kalo kita jelajahi nusantara ini, setiap tiga bulan sekali kita traveling ke berbagai pulau, terus kita share ke blog atau sosmed, kita sosialisasikan ke generasi muda supaya lebih mencintai negeri ini supaya mereka bisa merasakan apa yang kita rasakan”

Aku menyahut “iya tuh, gue setuju. Nanti di blog itu kita sisipkan juga tausiyah keagamaan dan semangat untuk cinta tanah air. Gue mau apa yang kita rasakan juga bisa dirasakan orang lain, dan tentunya harus ada manfaat dan semangat untuk berdakwah didalamnya, secara kita anak UIN yang ada sedikit basic agama. Gimana, kalian setuju ga?”

Friska, dirga dan Gea menganggukkan kepala

“menurut lo gimana rian?”

“gue ga yakin nih, pasti kita butuh uang banyak banget untuk bisa melakukan hal itu. Sedangkan gue untuk ongkos sama biaya kos sebulan aja pas-pasan, belom kerja pula sekarang”

“udah, kalo masalah duit mah tenang aja. Pasti bisa koq, kita niatin aja untuk berdakwah, jadi perjalanan kita nanti insyaallah diganjar pahala jihad, insyaAllah dipermudah semuanya. Gimana?”

“bener apa yang dibilang bagas, gue setuju. Tugas kita adalah melakukan upaya semaksimal mungkin tiga bulan kedepan. Ya itung-itung kita jadi punya motivasi lebih untuk cari penghasilan.”

Friska bicara “ iya bener, gue setuju. Kalopun kalian ada masalah soal uang bisa kita omongin koq”

“tuh denger apa kata bos friska, kita pasti bisa traveling bareng berlima.gimana rian?”

“oke deh, gue coba”

“oke kalo begitu kita deklarasikan, mulai malam ini kita akan berusaha, kita berjuang untuk bisa mewujudkan cita-cita itu bersama-sama. Setuju?”

Saat itu kami merasa sangat bersemangat, seolah ada api unggun yang menyala ditengah kami, padahal udara malam itu benar-benar dingin namun hangatnya persahabatan mengalahkan itu semua. Kami semua sadar apa yang kami ucapkan dan konsekuensi di belakangnya, namun sudah menjadi sebuah tekad yang menghujam dalam diri kami bahwa kami akan mencintai Agama kami, dan mencintai negeri ini dan ‘bergerak sepenuh hati’ untuk melakukan yang terbaik yang kami mampu.

Jumat, 24 Januari 2014

Monalisa



Bel sekolah berdering dengan keras, tanda pelajaran akan segera dimulai. Seorang remaja puteri terlihat berlari dari kejauhan. “syaden, ayo cepat. kamu telat melulu !” gertak pak satpam. “iya pak,, sbentar. Jangan tutup dulu”. Syaden kemudian lari makin cepat memasuki pagar sekolah dan bergegas masuk ruang kelas. Syaden bukanlah anak yang pandai menghargai waktu. Dalam seminggu dia hanya dua atau tiga hari datang sebelum bel berbunyi. Dia anak yang berantakan, mungil lincah, periang dan semua orang suka dengannya. Dia anak yang berprestasi di sekolah, sempat mewakili sekolahnya untuk olimpiade sains dan 2 kali berhasil mempersembahkan gelar juara.

Di ruang kelas terlihat hasbi duduk di kursi paling depan dekat dengan meja guru.  Hasbi adalah ketua kelas di xi ipa 3. perawakannya tinggi, kulit sawo matang, alis tebal dan berkacamata. Di kelas dia juga termasuk anak yang berprestasi dan merupakan satu-satunya siswa yang nilainya diatas syaden. Sekeras apapun syaden berusaha, selalu saja mentok, kalah dengan hasbi. Intelegensinya tinggi, leadershipnya juga sangat baik. Satu tahun dia dipercaya memimpin organisasi siswa intra sekolah dan jadi orang yang cukup berpengaruh di ekskul Rohis dan karate.

Pak Maja berjalan masuk ke ruang kelas, semua siswa bergegas merapikan buku yang berserakan di hadapannya, menyembunyikan PR yang belum selesai dikerjakan dan berharap semoga pak maja lupa untuk memeriksa pr mereka.

“anak-anak, ayo PRnya dikumpulkan” demikian kata pertama yang keluar dari mulut pak Maja ketika beliau duduk di kursi guru depan kelas. “ntar pak sedikit lagi, eh…”teriak seorang murid secara tidak sadar. Hanya dua orang yang mengumpulkan buku PR ke meja pak maja, mereka adalah hasbi dan syaden.
Pak maja tersenyum pada mereka berdua, kemudian berbicara pada siswa yang lainnya “sudah-sudah, kalo memang nda bisa dikumpulkan ya sudah. Ngga usah dipaksakan”. Perkataan itu membuat siswa-siswi di kelas langsung terdiam. “bapak ngga akan memaksa, kalian suadah dewasa. Umur kalian sudah 17 tahun, kalian sudah kelas dua sma”pak maja tersenyum lalu melanjutkan perkataannya “pr mau kalian kerjakan atau tidak, buat bapak tidak ada masalah”.

“maksudnya pak?” Tanya syaden penasaran. 

“ya, kalian mau nilai berapa? 90, 100??”

Seorang siswa menyahut “seratus pak,, hehe” 

“ah, si gompal dikasih SKBM aja udah ‘selametan’ pak” sambut siswa lainnya.

“hahaha”terdengar suara pak maja dan seisi kelas tertawa. Setelah 2 menit suasana kelas sudah mulai tenang, pak Maja kemudian melanjutkan “bagi bapak nilai angka bukan berarti apa-apa. Kalian tau, dulu bapak juga sama seperti kalian sampai kemudian bapak bertanya dengan seorang siswa yang selalu jadi siswa teladan di sekolah bapak. Bapak bertanya: gimana caranya supaya bisa jadi siswa teladan di sekolah. Kalian tau apa jawabannya?” siswa menggeleng.

“sederhana, dia berkata ‘saya Cuma  ingin jadi orang yang bisa dipercaya, ngga mau mengecewakan orang lain dan itulah esensi tugas-tugas yang bapak dan ibu guru berikan buat kita’. Kalian tahu lukisan monalisa karya Leonardo da vinci?” para siswa mengangguk



“bila dilihat dari sisi sebelah kiri gambarnya akan tampak seperti laki-laki, dan  bila dilihat dari sebelah kanan atau dari depan gambarnya baru tampak jelas bahwa dia perempuan. Ada yang tau apa maksudnya?”
Syaden kemudian mengangkat tangan “intinya out of the box pak. jangan melihat sesuatu dari satu sisi aja, tapi lihat juga dari sisi lain karena Tuhan melekatkan sebuah makna dibalik peristiwa”. Pak maja tersenyum dan mengangguk.
 
Hasbi mengangkat tangan, lalu pak maja mempersilahkannya bicara
“ itulah yang menyebabkan harga lukisan monalisa menjadi mahal pak, karena da vinci bisa menampilkan dua sisi dalam satu bentuk gambar”



“great, give applause them” pak maja melanjutkan “benar sekali apa yang dikatakan oleh syaden dan hasbi. Orang yang punya pandangan luas terhadap peristiwa, dia bisa melihat sebuah makna. Seperti teman bapak, ketika yang lain berlomba mencari nilai, dia mengerjakan tugas bukan sekedar untuk mendapatkan nilai, tapi dia sadar bahwa tugas adalah sebuah amanah maka dia kerjakan dengan sungguh-sungguh wal hasil nilainya bagus dan mendapat kepercayaan dari lingkungan disekitarnya. apabila kita bisa keluar dari pikiran sempit kita, melihat sisi lain dari peristiwa yang terjadi, maka kita akan menjadi orang yang bijaksana, amanah dan segala solusi dari permasalahan hidup ini akan lebih mudah untuk kita temukan”…

 .....

MAJAPAHIT (Bukan Dongeng ato cerita fiksi indosiar) tapi NUSANTARA yang Nyata





Hayam Wuruk (1350 -1389)
Pada tahun 1350 Gayatri wafat, maka Tribhuanatunggadewi turun takhta dan digantikan oleh putranya yakni Hayam Wuruk dengan gelar Rajasanegara. Pada masa pemerintahannya bersama Patih Gajah Mada kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya. Pemerintahan terlaksana secara teratur, baik di tingkat pusat (ibukota), tingkat menengah (vasal) dan tingkat desa. Sistem pemerintahan daerah (tingkat menengah dan desa) tidak berubah, sedangkan di tingkat pusat diatur sebagai berikut:

a) Dewan Sapta Prabu, merupakan penasihat raja yang terdiri atas kerabat keraton, dengan jabatan Rakryan I Hino, Rakryan I Halu dan Rakryan I Sirikan.

b) Dewan Panca Ring Wilwatikta, merupakan lembaga pelaksana pemerintahan (lembaga eksekutif) semacam Dewan Menteri, terdiri atas Rakryan Mahapatih, Rakryan Tumenggung, Rakryan Demang, Rakryan Rangga, dan Rakryan Kanuruhan.

c) Dewan Nayapati (lembaga Yudikatif) yang mengurusi peradilan.

d) Dharmadyaksa, lembaga yang mengurusi keagamaan, terdiri atas Dharmadyaksa ring Kasaiwan untuk agama Hindu dan Dharmadyaksaring Kasogatan untuk agama Buddha.


Dengan demikian pada masa Majapahit penganut agama Hindu dan Buddha dapat hidup berdampingan, rukun dan damai. "Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharmamangrawa". Inilah semboyan rakyat Majapahit dalam menciptakan persatuan dan kesatuan sehingga muncul sebagai kerajaan besar Nusantara.

Di tingkat tengah terdapat pemerintah daerah yang dikepalai oleh seorang raja kecil atau bupati. Mereka dapat mengatur daerahnya secara otonom, tetapi setiap tahun berkewajiban datang ke ibukota sebagai tanda tetap setia dan tunduk kepada pemerintah pusat Majapahit. Daerah-daerah demikian disebut mancanegara, yang berarti negara (daerah) di luar daerah inti kerajaan. Jadi untuk mengikat hubungan, setiap tahun daerah taklukan harus mengirim upeti ke Majapahit, di samping juga ada petugas Majapahit yang berkeliling ke daerah-daerah. Sedangkan untuk memantau ketertiban dan keamanan dikirimlah Duta Nitiyasa (petugas sandi) ke seluruh Nusantara.

Di tingkat bawah, terdapat pemerintahan desa yang dikepalai oleh seorang kepala desa. Pemerintahan dilakukan menurut hukum adat desa itu sendiri. Struktur pemerintahan desa masih asli dan kepala desa dipilih secara demokratis.

Dengan kondisi pemerintahan yang stabil dan keamanan yang mantap, Sumpah Palapa Gajah Mada dapat diwujudkan. Satu persatu wilayah Nusantara dapat menyatu dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Dalam Kitab Negara Kertagama secara jelas disebutkan daerah-daearah yang masuk wilayah kekuasaan Majapahit ialah Jawa, Sumatra, Tanjungpura (Kalimantan), Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Irian, dan Semenanjung Malaka dan daerah-daerah pulau di sekitarnya.

sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/5121fb87ea74b4a760000013/kesultanan-filipina-tuntut-malaysia-kembalikan-wilayah-sabah/58

Rabu, 15 Januari 2014

suara hujan





Hari ini ngga banyak rencana yang kubuat. Memang ku khususkan hari ini untuk melepas kepenatan. Ada banyak pilihan, tapi nampaknya berenang menjadi hal yg paling menggiurkan.

Dan kuputuskan untuk berangkat ke kolam renang bintaro jaya pada pukul 8.40

Sesampainya disana aku sendirian,, nampaknya uang 18ribu bisa memboking seluruh kolam renang pagi ini.

Puasnya setelah satu setengah jam berenang di 'kolam renang pribadi' hehe..

Rasanya semua penat mulai hanyut terurai bersama air jernih ini. Brrr,, segar. Apalagi hujan juga ikut turun menambah nikmat suasana

Jadi teringat masa kecil, dulu aku sering main hujanan bareng teman2. Lari sana sini, sambil tertawa riang, tanpa beban. Kalo ingat masa-masa itu rasanya ingin ku ulang kembali waktu yang tlah terlewatkan

Hari ini nampaknya malaikat ingin terus menurunkan berkahnya di bintaro. Hujan tak henti turun, guyurannya terdengar bernyanyi dengan merdu. Nyanyian yang tanpa kita sadari dirindukan oleh para petani di desa, oleh tumbuh2an dan hewan, serta oleh warga nun jauh disana yang tinggal di negara tandus.



Lagi-lagi aku bersyukur tinggal di bumi indonesia, tapi kenapa masih banyak terdengar suara sumbang yang mencemooh turunnya hujan. masyaAllah ampuni kami ya Allah yang belum sadar akan nikmat pemberianmu yang tak ternilai ini.

Aku kembali teringat potongan surat Ar Rahman yang diulang sebanyak 51 kali, ''nikmat tuhan manalagi yang kau dustakan'' 

Selasa, 07 Januari 2014

Disonansi Kognitif




Menurut Festinger (1957, hal. 3) disonansi kognitif adalah ketidaksesuaian yang terjadi antara dua elemen kognitif yang tidak konsisten yang menyebabkan ketidaknyamanan Psikologis serta memotivasi orang untuk berbuat sesuatu agar disonansi itu dapat dikurangi. Istilah disonansi/disonan berkaitan dengan istilah konsonan dimana keduanya mengacu pada hubungan yang ada antara elemen.

Elemen-elemen yang dimaksud adalah elemen kognitif (Festinger, 1957). Hubungan antara elemen kognitif yang konsonan berarti adanya suatu kesesuaian antara elemen kognitif manusia (Festinger, 1957 dalam Breckler, Olson, & Wiggins, 2006). Sementara hubungan yang disonan seperti yang juga
diungkapkan oleh Festinger (1957) :
“ These two elements are in a dissonant relation if, considering these two alone,
the observe of one element would follow from the other”
Contoh hubungan yang disonan antara elemen kognitif menurut Festinger (1957) yaitu jika seseorang tahu bahwa ia sedang terlilit hutang dan dia membeli sebuah mobil baru, maka akan terjadi hubungan yang disonan antara kedua elemen kognitif tersebut. Festinger juga menyatakan bahwa hubungan yang konsonan antara elemen kognitif menghasilkan perasaan yang menyenangkan, sementara hubungan yang disonan akan menyebabkan perasaan yang tidak enak atau tidak nyaman pada individu. Perasaan tidak nyaman yang terbentuk akibat hubungan yang disonan tersebut memotivasi individu untuk melakukan sesuatu agar disonansi itu dapat dikurangi sehingga mereka akan merasa nyaman kembali (1957, dalam Breckler, Olson, & Wiggins, 2006).

Setiap hubungan yang disonan tentu saja tidak sama besarnya, dimana Festinger (dalam Breckler, Olson, & Wiggins, 2006) menyatakan bahwa tingkat kepentingan dari elemen-elemen kognitif mempengaruhi besarnya disonansi yang terjadi. Semakin penting atau semakin bernilainya suatu elemen kognitif akan mempengaruhi besarnya hubungan yang disonan antara elemen tersebut. Breckler, Olson, & Wiggins, (2006) juga menyatakan bahwa disonansi antara elemenelemen kognitif yang penting akan menyebabkan perasaan negatif yang lebih besar dibandingkan disonansi pada elemen-elemen yang kurang penting. Sebagai contoh yaitu, melukai perasaan sahabat akan lebih menimbulkan disonansi yang besar dibanding ketika melukai perasaan orang asing.

1. Sumber Disonansi Kognitif
Menurut Festinger (1957) sumber-sumber disonansi kognitif, antara lain :
1.      Inkonsistensi Logis (Logical Inconsistency)
Disonansi yang terjadi karena ketidaksesuaian elemen kognitif dengan halhal logis yang ada. Contoh inkonsistensi logis yang dikemukakan oleh Sarlito (1998) keyakinan bahwa air membeku pada 0ºC, secara logis tidak konsisten dengan keyakinan bahwa es balok tidak akan mencair pada 40ºC.
2.      Nilai-nilai Budaya (Culture Mores)
Perbedaan budaya yang menyebabkan terjadinya disonansi kognitif. Contohnya: makan dengan tangan di pesta resmi di Eropa menimbulkan disonansi, tetapi makan dengan tangan di warung di Jakarta dirasakan sebagai konsonan (Sarlito, 1998).
3.      Pendapat Umum (Opinion Generality)
Disonansi dapat terjadi apabila pendapat yang dianut banyak orang dipaksakan kepada pendapat perorangan. Contohnya: seorang remaja yang senang menyanyi lagu keroncong. Hal ini menimbulkan disonansi karena pendapat umum percaya bahwa lagu keroncong hanya merupakan kegemaran orang-orang tua (Sarlito, 1998).
4.      Pengalaman Masa Lalu (Past Experience)
Jika kognisi tidak konsisten dengan pengetahuan pada pengalaman masa lalu, maka akan muncul disonansi. Contoh dari pengalaman masa lalu yang menjadi sumber disonansi kognitif menurut Sarlito (1998) berdiri di hujan tidak basah. Keadaan ini disonan karena tidak sesuai dengan pengalaman masa lalu.

2. Cara Mengurangi Disonansi Kognitif
Adanya disonansi meningkatkan tekanan untuk mengurangi atau bahkan mengeleminasi disonansi tersebut. Semakin besar suatu disonansi kognitif yang terjadi, maka intensitas perilaku yang dikeluarkan untuk mengurangi disonansi tersebut akan semakin meningkat serta perilaku penghindaran yang dapat meningkatkan disonansi juga akan semakin sering dilakukan (Festinger, 1957).
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi disonansi Kognitif menurut Festinger (1957) yaitu :

1.      Mengubah Elemen Kognitif Tingkah Laku
Ketika disonansi terjadi antara elemen kognisi lingkungan dengan elemen tingkah laku, disonansi dapat dihilangkan dengan cara mengubah elemen kognisi tingkah laku agar konsonan dengan elemen lingkungan. Sebagai contoh adalah orang yang merokok dan dia tau bahwa rokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, akan berhenti merokok untuk menghilangkan disonansi kognitif yang dia rasakan. Cara ini paling sering dilakukan, tetapi tidak selalu dapat dilakukan karena mengubah tingkah laku yang sudah menjadi kebiasaan tidaklah mudah.
2.      Mengubah Elemen Kognitif Lingkungan
Mengubah elemen lingkungan agar konsonan dengan elemen kognitif tingkah laku dapat dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan disonansi kognitif yang terjadi. Hal ini tentu saja lebih sulit dibandingkan mengubah elemen tingkah laku karena individu harus punya kontrol yang cukup terhadap lingkungannya.
3.      Menambah Elemen Kognitif yang Baru
Disonansi kognitif juga dapat dikurangi dengan cara menambah elemen kognitif yang baru agar konsonan dengan elemen kognitif yang lain. Dengan menambah elemen kognitif yang baru maka disonansi kemungkinan akan berkurang dengan menurunkan tingkatan dari pentingnya disonansi tersebut. Contohnya orang yang merokok dan tau efek negatif dari merokok akan mengurangi disonansi kognitif yang terjadi dengan cara mencari informasi terkait perilaku merokok yang dapat menurunkan disonansi kognitif secara keseluruhan, seperti informasi bahwa konsumsi minuman keras lebih mematikan dari pada perilaku merokok. Lewat cara ini berarti individu juga secara aktif menghindari informasi yang dapat meningkatkan disonansi kognitif yang mereka alami. Menurut Breckler, Olson, & Wiggins, (2006) cara mereduksi disonansi kognitif tersebut juga dapat dilakukan lewat rasionalisasi, yaitu meyakinkan diri sendiri bahwa perilaku yang dilakukan saat ini atau di masa lampau semuanya masuk akal dan dapat diterima. Sedangkan menurut Simon, Greenberg, & Brehm (1995, dalam Baron & Byrne, 2000 ) trivialization atau secara mental meminimalisir tingkat kepentingan dari sikap atau perilaku yang tidak konsisten, juga dapat dilakukan sebagai tehnik untuk mengurangi disonansi kognitif yang dialami.

Sumber: librarybinus.ac.id